Jumat, 20 Mei 2016

Materi Asersi dalam Laporan Keuangan



ASERSI DALAM LAPORAN KEUANGAN
Asersi adalah representasi manajemen, secara eksplisit maupun implisit yang terkandung dalam laporan keuangan. Representasi ini digunakan auditor untuk memperhatikan berbagai salah saji dalam laporan keuangan.
Asersi-asersi ini berhubungan dengan pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan dari berbagai unsur laporan keuangan. Asersi-asersi ini disingkat dengan satu kata bahasa inggris seperti: completeness (lengkap), existence (ada), occurence (terjadi), accuracy (akurat), valuation (sesuai dengan kaidah pelaporan keuangan yang berlaku), dan seterusnya.
Ø  Kelompok asersi untuk jenis-jenis transaksi dan peristiwa untuk periode yang diaudit
1.      Occurence: transaksi dan peristiwa sudah dicatat, memang terjadi dan dari entitas yang bersangkutan.
2.      Completeness: transaksi dan peristiwa yang harus dicatat sudah dicatat.
3.      Accuracy: angka, jumlah, dan data lain pada transaksi dicatat dengan akurat.
4.      Cut-off: transaksi dan peristiwa dicatat dalam periode akuntansi yang benar.
5.      Classification: transaksi dan peristiwa dicatat dalam akun yang benar.
Ø  Kelompok asersi untuk saldo akun pada akhir periode yang diaudit
1.      Exisitence: aset, kewajiban, dan ekuitas benar ada.
2.      Right and obligation: entitas memiliki dan menguasai aset, dan utang merupakan kewajiban entitas.
3.      Completeness: aset, kewajiban, ekuitas yang harus dicatat sudah dicatat.
4.      Valuation and allocation: aset, kewajiban, ekuitas dalam laporan keuangan dalam jumlah yang benar dan semua penyeseuaian dan alokasi dicatat dengan benar.
Ø  Kelompok asersi yang berhubungan dengan pengungkapan dan penyajian
1.      Occurence, right, obligation: transaksi, peristiwa, hal lain yang sudah diungkapkan dalam laporan keuangan memang terjadi dan berkaitan.
2.      Completeness: semua pengungkapan yang harus dicantumkan sudah dicantumkan dalam laporan keuangan.
3.      Classification and understandability: informasi keuangan disajikan dan dijelaskan dengan tepat dan pengungkapan dinyatakan dengan jelas.
4.      Accuracy and valuation: informasi keuangan dan informasi lainnya diungkapkan dengan wajar dan dalam jumlah benar.

Asersi Gabungan
Penggabungan asersi dalam empat kombinasi, memudahkan penerapan pada ketiga kategori (jenis transaksi, saldo akun, dan presentasi serta pengungkapan).

Penggabungan Asersi
Asersi Gabungan
Jenis Transaksi
Saldo Akun
Presentasi dan Pengungkapan
C-Completeness
Completeness
Completeness
Completeness
E-Existence
Occurrence
Existence
Occurrence
A-Accuracy and Cut-off
Accuracy Cut-off Classification
Right and Obligations
Accuracy Rights and Obligations Classification Understandability
V-Valuation

Valuation and Allocation
Valuation



Penjelasan Asersi Gabungan
1.      C-Completeness : Segala sesuatu yang harus dicatat atau diungkapkan dalam laporan keuangan, telah dicakup.
2.      E-Existence : Segala sesuatu yang harus dicatat atau diungkapkan dalam laporan keuangan, memang ada pada tanggal yang bersangkutan, dan memang harus dicakup.
3.      A-Accuracy and cut-off : Semua kewajiban, pendapatan, beban, dan hak atas aset merupakan kewajiban atau kekayaan entitas dan telah dicatat dalam jumlah yang benar dan dialokasikan ke periode yang benar.
4.      V-Valuation : Aset, kewajiban, dan ekuitas dicatat dalam jumlah atau nilai dalam laporan keuangan. Penyesuaian untuk penilaian atau alokasi yang diperlukan karena sifatnya atau sesuai dengan prinsip akuntansi yang diterapkan, telah dicatat sebagaimana mestinya.

Asersi dalam Auditing
Auditor wajib mengidentifikasi dan menilai risiko salah saji pada :
a.       Tingkat laporan keuangan
b.      Tingkat asersi untuk jenis transaksi, saldo akun, dan pengungkapan untuk merancang dan melaksanakan prosedur audit selanjutnya
Penilaian Risiko di Tingkat Laporan Keuangan
Risiko salah saji yang material pada tingkat laporan keuangan, cenderung bersifat pervasif (tersebar luas) dan karenanya mencangkup semua asersi. Asersi juga tidak terbatas pada satu asersi saja, seperti lengkapnya transaksi penjualan. Kekeliruan dengan mudah merambah ke asersi lain seperti accuracy, existence, dan valuation.
Penilaian Risiko di Tingkat Asersi
Risiko pada tingkat asersi berkaitan dengan saldo dari akun tertentu pada saat tertentu atau untuk transaksi tertentu pada suatu periode tertentu dan berkenaan dengan penyajian dan pengungkapan tertentu dalam laporan keuangan.
Auditor menggunakan asersi untuk :
a.       Menetukan jenis risiko salah saji yang bisa terjadi
b.      Menilai seberapa besar kemungkinan terjadinya risiko salah saji yang material, dan
c.       Merancang prosedur audit selanjutnya sebagai jawaban atau tanggapan terhadap risiko yang dinilai.
Seberapa Besar Kemungkinan Terjadinya Risiko salah saji ?
Risiko salah saji material merupakan kombinasi dari risiko bawaan dan risiko pengendalian. Oleh karena itu, proses penilaian meliputi keduanya. Mengenai risiko bawaan, auditor menentukan potensi salah saji yang berkenaan dengan asersi yang mana. Ia kemuadian menilai seberapa besar kemungkinan terjadi risiko ini. Sedangkan mengenai risiko pengendalian, auditor menentukan apakah ada pengendalian intern yang relevan untuk mencegah dan menekan assessed risks dan dampaknya terhadap asersi terkait.
Apa prosedur Audit Selanjutnya ?
Langkah terakhir ialah merancang prosedur audit yang menjawab assessed risks untuk setiap asersi terkait.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar