ASERSI
DALAM LAPORAN KEUANGAN
Asersi adalah
representasi manajemen, secara eksplisit maupun implisit yang terkandung dalam
laporan keuangan. Representasi ini digunakan auditor untuk memperhatikan
berbagai salah saji dalam laporan keuangan.
Asersi-asersi ini
berhubungan dengan pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan dari
berbagai unsur laporan keuangan. Asersi-asersi ini disingkat dengan satu kata
bahasa inggris seperti: completeness
(lengkap), existence (ada), occurence (terjadi), accuracy (akurat), valuation (sesuai dengan kaidah pelaporan keuangan yang berlaku),
dan seterusnya.
Ø Kelompok
asersi untuk jenis-jenis transaksi dan peristiwa untuk periode yang diaudit
1. Occurence:
transaksi dan peristiwa sudah dicatat, memang terjadi dan dari entitas yang
bersangkutan.
2. Completeness:
transaksi dan peristiwa yang harus dicatat sudah dicatat.
3. Accuracy:
angka, jumlah, dan data lain pada transaksi dicatat dengan akurat.
4. Cut-off:
transaksi dan peristiwa dicatat dalam periode akuntansi yang benar.
5. Classification:
transaksi dan peristiwa dicatat dalam akun yang benar.
Ø Kelompok
asersi untuk saldo akun pada akhir periode yang diaudit
1. Exisitence:
aset, kewajiban, dan ekuitas benar ada.
2. Right
and obligation: entitas memiliki dan menguasai aset, dan utang merupakan
kewajiban entitas.
3. Completeness:
aset, kewajiban, ekuitas yang harus dicatat sudah dicatat.
4. Valuation
and allocation: aset, kewajiban, ekuitas dalam laporan keuangan dalam jumlah
yang benar dan semua penyeseuaian dan alokasi dicatat dengan benar.
Ø Kelompok
asersi yang berhubungan dengan pengungkapan dan penyajian
1. Occurence,
right, obligation: transaksi, peristiwa, hal lain yang sudah diungkapkan dalam
laporan keuangan memang terjadi dan berkaitan.
2. Completeness:
semua pengungkapan yang harus dicantumkan sudah dicantumkan dalam laporan
keuangan.
3. Classification
and understandability: informasi keuangan disajikan dan dijelaskan dengan tepat
dan pengungkapan dinyatakan dengan jelas.
4. Accuracy
and valuation: informasi keuangan dan informasi lainnya diungkapkan dengan
wajar dan dalam jumlah benar.
Asersi
Gabungan
Penggabungan asersi dalam
empat kombinasi, memudahkan penerapan pada ketiga kategori (jenis transaksi,
saldo akun, dan presentasi serta pengungkapan).
Penggabungan
Asersi
Asersi Gabungan
|
Jenis Transaksi
|
Saldo Akun
|
Presentasi dan Pengungkapan
|
C-Completeness
|
Completeness
|
Completeness
|
Completeness
|
E-Existence
|
Occurrence
|
Existence
|
Occurrence
|
A-Accuracy and Cut-off
|
Accuracy Cut-off Classification
|
Right and Obligations
|
Accuracy Rights and Obligations
Classification Understandability
|
V-Valuation
|
Valuation and Allocation
|
Valuation
|
Penjelasan
Asersi Gabungan
1.
C-Completeness : Segala sesuatu yang harus
dicatat atau diungkapkan dalam laporan keuangan, telah dicakup.
2.
E-Existence : Segala sesuatu yang harus
dicatat atau diungkapkan dalam laporan keuangan, memang ada pada tanggal yang
bersangkutan, dan memang harus dicakup.
3.
A-Accuracy and cut-off : Semua kewajiban,
pendapatan, beban, dan hak atas aset merupakan kewajiban atau kekayaan entitas
dan telah dicatat dalam jumlah yang benar dan dialokasikan ke periode yang
benar.
4.
V-Valuation : Aset, kewajiban, dan ekuitas
dicatat dalam jumlah atau nilai dalam laporan keuangan. Penyesuaian untuk
penilaian atau alokasi yang diperlukan karena sifatnya atau sesuai dengan
prinsip akuntansi yang diterapkan, telah dicatat sebagaimana mestinya.
Asersi
dalam Auditing
Auditor wajib
mengidentifikasi dan menilai risiko salah saji pada :
a.
Tingkat laporan keuangan
b.
Tingkat asersi untuk jenis transaksi,
saldo akun, dan pengungkapan untuk merancang dan melaksanakan prosedur audit
selanjutnya
Penilaian
Risiko di Tingkat Laporan Keuangan
Risiko salah saji yang
material pada tingkat laporan keuangan, cenderung bersifat pervasif (tersebar
luas) dan karenanya mencangkup semua asersi. Asersi juga tidak terbatas pada
satu asersi saja, seperti lengkapnya transaksi penjualan. Kekeliruan dengan
mudah merambah ke asersi lain seperti accuracy, existence, dan valuation.
Penilaian
Risiko di Tingkat Asersi
Risiko pada tingkat
asersi berkaitan dengan saldo dari akun tertentu pada saat tertentu atau untuk
transaksi tertentu pada suatu periode tertentu dan berkenaan dengan penyajian
dan pengungkapan tertentu dalam laporan keuangan.
Auditor menggunakan
asersi untuk :
a.
Menetukan jenis risiko salah saji yang
bisa terjadi
b.
Menilai seberapa besar kemungkinan
terjadinya risiko salah saji yang material, dan
c.
Merancang prosedur audit selanjutnya
sebagai jawaban atau tanggapan terhadap risiko yang dinilai.
Seberapa
Besar Kemungkinan Terjadinya Risiko salah saji ?
Risiko salah saji
material merupakan kombinasi dari risiko bawaan dan risiko pengendalian. Oleh
karena itu, proses penilaian meliputi keduanya. Mengenai risiko bawaan, auditor
menentukan potensi salah saji yang berkenaan dengan asersi yang mana. Ia
kemuadian menilai seberapa besar kemungkinan terjadi risiko ini. Sedangkan
mengenai risiko pengendalian, auditor menentukan apakah ada pengendalian intern
yang relevan untuk mencegah dan menekan assessed risks dan dampaknya terhadap
asersi terkait.
Apa
prosedur Audit Selanjutnya ?
Langkah terakhir ialah
merancang prosedur audit yang menjawab assessed risks untuk setiap asersi
terkait.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar